Di era teknologi dan informasi
yang semakin canggih pada saat ini, media sosial sudah menjadi hal yang biasa
untuk masyarakat Indonesia. Khususnya bagi para remaja, masa remaja identik
dengan menggunakan smartphone hampir 24 jam. Dengan mudahnya mengakses jaringan
internet dimanapun dan kapanpun, hal ini sudah tentu menjelma menjadi gaya
hidup.
Pengguna aktif sosial media
terbanyak adalah remaja. Remaja sangat cepat menerima pesan atau informasi yang
ada di media sosial. Media sosial yang paling sering digunakan oleh kalangan
remaja seperti Facebook, Twitter, Path, YouTube, Instagram, Line, dan BBM.
Media sosial tersebut mempunyai keunggulan dan ketertarikan sendiri bagi
penggunanya.
Di Indonesia sebagian besar anak
(52%) sudah menggunakan telepon seluler dan smartphone untuk mengakses layanan
internet. Dari data tersebut, ternyata risiko untuk seorang anak berhubungan
dengan orang asing yang tidak dikenal adalah sebesar 24% walaupun ternyata
lebih banyak anak yang menggunakan internet untuk berkomunikasi dengan keluarganya,
yaitu sebesar 56%.
Media sosial membuat para remaja
betah untuk berlama-lama menggunakannya. Berbagai aplikasi yang memberikan
kemudahan dan juga menjadi trend bagi para remaja memberikan pengaruh baik
positif maupun negatif. Media sosial merupakan wadah bagi remaja untuk
menuangkan kebebasan berekspresi, baik itu bentuk gambar ataupun pesan-pesan
yang terkadang belum diketahui mengenai kebenarannya.
Mayoritas remaja memiliki akun
media sosial. Tak salah jika fenomena tersebut kini menjamur di kalangan
remaja. Tapi alangkah baiknya bila kita bisa lebih bijak dalam bersosial media
sesuai usia. Sebelum terjerumus pada hal-hal negatif, ada baiknya untuk
mengecek sekali lagi apakah sosial media kita telah sesuai. Jangan sampai
terlambat dan kemudian terjadi penyesalan.
Media sosial sendiri memberikan
dampak bagi para remaja. Baik positif maupun negatif. Dampak positifnya, mereka
mendapat banyak teman, mudah mengerjakan tugas, berbagi informasi dengan cepat,
mudah berkomunikasi dengan saudara, teman, atau siapa saja yang jaraknya jauh,
dan lain sebagainya.
Sedangkan dampak negatifnya,
mereka sulit berinteraksi dengan lingkungan baru, menjadi seorang yang
individual karena mereka beranggapan bahwa selama ada media sosial mereka tidak
membutuhkan teman bicara, mudah tersinggung dengan ucapan orang lain, mudah
emosi, sulit berkonsentrasi, dan lain sebagainya. Misalnya, saat mereka sedang
belajar masuk pemberitahuan chat dari teman mereka. Itu dapat mengganggu proses
belajar mereka. Terkadang mereka tidak memerhatikan penjelasan guru karena
sedang sibuk melihat atau sekedar mengecek notifikasi media sosial.
Untuk mencegah segala kemungkinan
negatif, ada baiknya perhatikan beberapa tips bijak bersosial media ala remaja
berikut:
1. Kontrol pertemanan
Pastikan yang masuk dalam
pertemanan adalah orang-orang yang dikenal. Jangan sampai di setting publik
hingga siapa saja bisa masuk. Cara sederhana ini juga dianggap ampuh untuk
mengundang niat seseorang untuk berniat jahat.
2. Gunakan pengaman tambahan
Beberapa akun kadang kurang
memperhatikan proteksi. Bila kita tidak teliti, bisa jadi akun kita akan dibajak
orang lain dengan mudah. Pilihlah pasword kombinasi semisal perpaduan huruf
angka dan kode lain.
3. Gunakan identitas asli tapi
tidak spesifik
Diperkenankan menggunakan
identitas asli, tetapi harus memperhatikan atribut yang digunakan. Demikian pula
jangan pernah mengunggah foto dengan pakaian yang terlalu terbuka agar tidak
mengundang tindak kejahatan. Perlunya identitas asli ini untuk memastikan rekan
pengguna sosial media juga mengenali kita dengan baik.
4. Jangan tulis nomor handphone
atau identitas asli
Jangan sekali-kali menuliskan
nomor handphone atau identitas line dan sejenisnya. Identitas tersebut bisa
jadi menjadi jalan untuk melaksanakan tindak kejahatan. Cukuplah menuliskan
alamat email atau bila perlu bisa meninggalkan pesan dari sosial media.
5. Gunakan foto profil sewajarnya
Tak jarang seseorang tidak akan
langsung mengenali sosok yang sebenarnya karna penampilan dimedia sosial dan di
dunia nyata sangat berbeda jauh. Tetap menjadi diri sendiri tentu akan menjadi
lebih baik.
6. Berpikir dahulu sebelum
posting status
Remaja sering kali membuat
seseorang ingin mencoba tampil beda. Salah satunya dengan memposting status
yang mungkin kurang sesuai. Jangan sampai kena batu dan ujung-ujungnya malu
sendiri. Ada baiknya berpikir dulu sebelum posting status.
Dengan segala kemudahannya, semua
hal bisa kita ketahui melalui media sosial. Media sosial terbukti efektif dalam
memberikan kontribusi besar bagi siapa pun yang disukai atau dibenci, positif
maupun negatif, membangun atau merusak, sangat tergantung pada pemakainya.
Maka, mari kita gunakan media sosial dengan positif, cerdas, arif dan
bijaksana.
By Nanda Erma Ayuningtyas
Comments
Post a Comment